Wednesday, November 4, 2009

Oase Iman

Oase Iman

  • Minggu, 18/10/2009 11:25 WIB Ternyata, Tak Sesholihah Yang Kukira oleh Meralda Nindyasti Kupikir aku termasuk muslimah yang mampu menjaga niatan dalam hati. Tapi ternyata, aku bangga menjadi wanita populer yang sering menampakkan diri di depan umum. Aku memang bukan sedang mengikuti ajang puteri indonesia yang intinya pamer kecantikan dan kepintaran.
  • Sabtu, 17/10/2009 07:55 WIB Kemana Rasa Syukur Mereka? oleh Nurudin Kalau sekedar tidak selera, masih masih bisa ia maklumi. Ahmad sendiri sama sekali tidak berselera dengan masakan jengkol, meskipun banyak orang bilang kelezatannya sebanding dengan daging, paling tidak begitu pendapat mereka yang menyukai jenkol. Tapi ini bukan masalah selera, mereka benar-benar tak memandang sebelah matapun pada makanan itu.
  • Jumat, 16/10/2009 08:13 WIB Bukan Sembarang Istri oleh Meti Herawati Begitulah hidup penuh dengan pilihan. Setiap pilihan yang kita ambil menghadirkan konsekwensi yang harus kita hadapi. Hanya orang-orang bijak yang menentukan pilihan yang arif dan maslahat bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang disekitarnya. Dan saya bertemu dengan orang-orang bijak ini ketika merantau bersama suami ke negeri jiran.
  • Kamis, 15/10/2009 13:54 WIB Miyabi dan ”Kekerasan” Akhlaakul Kariimah oleh Abdul Mutaqin Namun kenyataannya, orang yang berusaha teguh atas keyakinan dan masih menyimpan banyak energi rasa malu terhadap masalah ini, sering dianggap munafik dan sok suci. Dianggap munafik karena mereka dinilai menyalahi kodrat bahwa dirinya juga diam-diam menyukai segala hal yang berbau aktivitas porno dan keindahan tubuh telanjang wanita.
  • Kamis, 15/10/2009 08:01 WIB Kucing dan Aib Kita oleh Syaifoel Hardy Menyimpan atau merahasiakan aib, apakah itu diri kita sendiri, keluarga, sanak famili, teman hingga orang lain, adalah perbuatan yang tidak gampang. Apalagi jika didasari rasa benci, dendam dan dengki. Ada pepatah yang mengatakan, jangan harap akan bertambah jika yang namanya uang atau keuntungan.
  • Rabu, 14/10/2009 14:58 WIB Indahnya Ber-ukhuwah oleh M. Arif As-Salman Saya sudah cukup lama mengenal Fajri. Sejak 2 tahun yang lalu. Perkenalan yang tentunya banyak memberi kesan tersendri bagi saya, terutama dari segi menghafal al-Qur`an. Ia adalah seorang hafizh al-Qur`an. Dan suaranya tak kalah indah dengan para qurra` yang lain. Sehingga pada bulan ramadhan ia selalu diminta untuk jadi imam shalat tarawih.
  • Rabu, 14/10/2009 07:57 WIB Tiadakah Maaf Bagiku? oleh Nurudin Lelaki ini pula yang selalu berpesan agar sang kakak memilih jalan yang lembut dan perlahan untuk mengingatkan suaminya agar kembali menyadari kekhilafannya, menyudahi sikap kerasnya, menghilangkan ucapan-ucapan kasarnya, kembali seperti semula, seorang lelaki yang penuh kasih sayang dan perhatian kepada keluarga juga kepada kakak dan adik-adiknya
  • Selasa, 13/10/2009 08:10 WIB Sebuah Ide Murahan oleh Nurudin Namanya sebuah film, tentu saja pemainnya tidaklah hanya satu, ada banyak pemain film lainnya, termasuk adalah pemain dari Indonesia. Dan diantara pemain itu, kemungkinan ada pemain film yang ‘mengaku’ seorang muslim. Lalu kemanakah akhlak mereka selama ini? Atau mereka sendiri telah kehilangan akal sehatnya terkena virus yang dengan angkuhnya mengatakan ‘ini sebuah seni!’
  • Senin, 12/10/2009 14:09 WIB Belajar dari Sa'ad oleh Abdul Mutaqin Di mata Allah, manusia tetaplah khalifah meskipun menyandang berbagai perbedaan sebutan dan profesi. Kagungan status khalifah seseorang tidak lebih tinggi hanya karena kebetulan ia adalah direktur, sementara di sampingnya pegawai rendahan. Atau anjlok ke tanah hanya karena kebetulan miskin papa, sementara di sampingnya berkacak pinggang saudagar kaya. Tidak. Bukan itu.
  • Senin, 12/10/2009 07:50 WIB Miyabi dan Otak Nakal Lelaki oleh Fiyan Arjun Entah apakah dalam hal ini kita patut bersuka atau malah (tambah) berduka. Belum habis airmata ini kering, menangisi Ranah Minang dilanda gempa dan sebagainya kini kita disuguhkan oleh berita yang sangat mengejutkan. Mungkin bagi mereka yang kontra tentang kedatangan gadis kelahiran Hokaido itu sangat menentang bahkan menolak kehadirannya di tanah air ini.
  • Minggu, 11/10/2009 09:42 WIB Yang Penting Niatnya oleh Ary Nur Azizah Perkenalan saya dengan tetangga saya, orang Pakistan, terjadi di parkir depan flat. Saat itu, saya baru saja pulang dari tugas rutin, mengambil wadah kue, di kedai tempat saya menitipkan barang dagangan. Tiba-tiba, perempuan cantik dengan pakaian khas Pakistan, memanggil saya.
  • Sabtu, 10/10/2009 05:25 WIB Apabila Bumi Bergoncang Dahsyat oleh M. Arif As-Salman Apa yang lagi bisa dibanggakan, rumah mewah yang telah dibangun sekian tahun, kini telah roboh, anak-anak yang menawan hati, telah mati dihimpit reruntuhan, suami dan istri yang selama ini menjadi tempat bergantung dan mengadu, kini telah pergi untuk selamanya, sanak saudara, karib kerabat, dan semuanya tak lagi ada, semua sudah musnah.
  • Jumat, 09/10/2009 08:05 WIB Menengok Keserakahan Indonesia dari Bumi India oleh Syaifoel Hardy Saya sering mendengar atau membaca di Koran tentang keburukan politisi India. Tapi rasanya tidak sebanding dengan di negeri kita utamanya dalam soal pemeliharaan lingkungan hidup. Saya pernah melihat sungai kotor di Delhi. Tapi pemandangan yang sama tidak saya temukan di kota-kota lainnya.
  • Kamis, 08/10/2009 13:56 WIB Masihkah Harapan Itu Ada oleh Ambe Mardiah Mertuanya ini, secara lahir saja terlihat keras pada wajahnya, memang ini terlihat karena wajah adalah cerminan hati. Apalagi bila kita bergaul padanya, maka terlihat lah betapa susahnya kita menasehatinya. Setiap nasehat kita, memang di tanggapi dengan positif, tapi jangan kaget hanya dengan bilangan detik, dia akan tetap berpendapat kurang baik pada seseorang yang dianggapnya bersalah padanya, walau pun itu adalah tetangga dekatnya.
  • Kamis, 08/10/2009 08:11 WIB Merah Saga, Palestina dan Gempa oleh Sucipto Mungkinkah rentetan kejadian bencana di Indonesia untuk mengingatkan muslim Indonesia sebagai komunitas muslim terbesar dunia? Karena Allah mengkaruniakan pada bangsa ini anugerah yang besar: tanah subur, kekayaan alam berlimpah, gemah lipah lohjinawi. Dakwah dengan mudah masuk ke negeri ini tanpa ada pertumpahan darah.Tapi apa yang bisa dibanggakan dari predikat ini, kita belum bisa berbuat apa-apa.
  • Rabu, 07/10/2009 15:07 WIB Semua Untukmu oleh Ayu_shafiyah Hari ini angin rindu datang berhembus, menggugurkan daun-daun yang sudah menguning. Titik air di ujung daunnya pun akhirnya terjatuh setelah sekuat tenaga ia bertahan untuk tidak pecah. Tapi ternyata semua ada batasnya. Tak ada yang abadi. Begitu juga dengan rindu ini. Tak akan lama bertahan sembunyi dalam gua hati.
  • Rabu, 07/10/2009 07:51 WIB Mama...maafkan Aku Mama oleh Icha Putri Pengorbananmu membawa beban berat selama 9 bulan, pertaruhkan nyawa ketika melahirkan aku, merawat aku menyayangi aku, hingga aku bisa seperti ini. Ya Allah sayangi mama seperti sayangnya kepadaku ketika aku kecil, jaga kesehatannya selalu, sampe aku bisa membalas kebaikannya sebanyak mungkin, walapun, tidak mungkin aku bisa membalas jasanya itu.
  • Selasa, 06/10/2009 14:10 WIB Cukup, Usah Tambah Derita oleh Dwi Eka Alangkah indahnya, saat masyarakat tengah dirundung derita, kita pun hadir membawa kesejukan bagi mereka, menghibur mereka dengan ungkapan penuh hikmah, memotivasi agar bersabar menghadapi cobaan, segera memberikan dengan sesuatu atau harta terbaik yang kita miliki untuk membantu mereka agar lekas pulih dan bangkit kembali. Karena sejatinya setiap peristiwa telah berada dalam ketentuan Allah SWT yang sudah digariskan.
  • Selasa, 06/10/2009 07:39 WIB Syair Untuk Negeriku Yang Berduka oleh Fiyan Arjun Hingga saya bertanya-tanya adakah yang salah pada negeri ini? Atau, Tuhan memang sedang menyayangi umatNya? Mungkin! Agar umatNya sadar dan memahami musibah yang sudah terjadi di negeri ini. Bahkan saya masih teringat dengan dialog saya kepada kawan saya saat tragedi musibah gempa di Tasikmalaya—dengan rasa keingintahuan saya terhadap kawan saya itu akhirnya saya pun menelepon dirinya.
  • Senin, 05/10/2009 14:00 WIB Senantiasa Berlidunglah Kita Pada Allah SWT oleh Wibowo Tidak sedikit juga orang yang sekarang sudah tidak bisa merasakan nikmatnya berjalan, nikmatnya makan dengan mengunakan tangannya, atap rumah yang dulunya bersahabat melindungi tubuhnya dari sengatan teriknya Matahari dan derasnya guyuran air Hujan. Akhirnya atap rumah itu pun runtuh menimpa organ tubuh si pemilik rumah.

No comments: